Fokus Ibadah saat pensiun

  • Whatsapp

[Menghadapi Masa setelah Masa Pensiun]

Assalamualaikum sobat Kang Lintang…. Apa kabar jumpa lagi dengan Kang Lintang disini, saya doakan Anda dalam keadaan Sehat dan rezeki Anda dalam keadaan rezeki yang berlimpah dan barokah. aamiin Insya Allah

Pagi ini Kang Lintang ingin menyampaikan sebuah narasi pencerahan yang sangat bermanfaat jika Anda baca di pagi yang Cerah ini di sela aktivitas rutin di kantor Anda.

Saya ingin menyampaikan Fakta bahwa 90% Karyawan Tidak siap menghadapi Masa Pensiun. Saya akan petikan tulisan Mas Yodhia tentang Fakta ini. Sebuah Fakta kelam yang harus Anda baca.

Beberapa waktu lalu, harian Kompas menyajikan pandangan menarik dari pakar perencanaan keuangan (financial planner). Disitu disebutkan fakta bahwa 9 dari 10 karyawan di Indonesia ternyata tidak siap secara finansial untuk menghadapi masa pensiun.

Dalam kenyataannya kita memang acapkali menyaksikan para pegawai yang sudah memasuki masa purnabakti menghadapi kehidupan finansial yang berat. Beban biaya hidup makin mahal, dan karena makin tua, biasanya biaya kesehatan juga kian melesat (makanya, hidup sehat sejak sekarang). Nah pas kondisi seperti itu, pendapatan bulanan nyaris nihil karena sudah keburu pensiun. Lalu mau hidup dari makan apa?

Sebelum kita membahas bagaimana solusinya, kita mau memetakan dulu EMPAT TIPE kebijakan yang diambil oleh kebanyakan perusahaan dalam memberikan dana pensiun kepada para pegawainya. Anda beruntung sekali jika bisa bekerja pada perusahaan yang oke dalam memberikan kesejahteraan bagi para pegawai yang memasuki pensiun.

Tipe pertama kita sebut saja sebagai Tipe Impian. Jenis perusahaan yang masuk kategori ini relatif sedikit, dan hanya mereka yang benar-benar peduli pada karyawan yang memberikannya. Dalam tipe ini, sejak bulan pertama bergabung, perusahaan telah memberikan donasi pensiun (biasanya sekitar 10% dari gaji karyawan) dan kemudian menyimpannya dalam bentuk investasi (bisa dalam deposito atau reksadana).

Nominal dana itu tentu akan makin tumbuh sejalan dengan gaji yang terus meningkat (sebab perusahaan selalu memberikan 10% dari gaji). Jadi jika Anda menjadi pegawai di perusahaan itu dan bergaji 5 juta/bulan, maka perusahaan memberikan donasi pensiun 500 ribu/bulan, dan secara otomatis disimpan untuk di-investasikan.

Jika pengelolaan investasinya bagus (dan biasanya bagus, apalagi jika diinvestasikan dalam reksadana), maka donasi pensiun itu bisa tumbuh berlipat. Jika Anda bekerja di perusahaan ini sejak umur 25 tahun hingga pensiun pada usia 55 tahun, dan dengan asumsi imbalan investasi rata-rata 15% per tahun, maka ketika pensiun kita bisa mendapatkan dana pesangon sekitar Rp 2 – 3 milyar. Mak nyus bukan?

Tipe Kedua kita sebut saja sebagai Tipe Oke. Dalam perusahaan semacam ini, biasanya kita hanya diberi pesangon yang relatif besar, plus tunjangan pensiun bulanan (yang akan diberikan sampai pensiunan meninggal) sebesar 15 % dari gaji terakhir. Jika Anda bekerja selama sekitar 20 tahun di perusahaan ini, dengan gaji terakhir sekitar 15 juta/bulan, maka besarnya pesangon pensiun berjumlah sekitar Rp 700 jutaan, plus tunjangan pensiun bulanan sekitar 2 jutaan/bulan. Not bad.

Tipe ketiga kita sebut saja sebagai Tipe Lumayan. Dalam organisasi seperti ini tidak ada pesangon pensiun sama sekali. Cape deh. Namun agak lumayan karena kita diberikan tunjangan pensiun bulanan (yang besarnya juga sekitar 15 % dari gaji terakhir). Jadi jika pas pensiun gaji Anda berjumlah 10 juta/bulan, maka tunjangan bulanan ini berkisar pada angka 1,5 juta/bulan. Agak berat untuk tetap bisa hidup dengan standar ketika Anda masih bekerja full.

Tipe keempat kita sebut saja Tipe Termehek-mehek. Dalam perusahaan ini, ketika Anda pensiun dan telah mengabdi berabad-abad lamanya, maka yang ada cuman sekedar ucapan terima kasih plus amplop yang isinya paling banter uang sebesar 2 kali gaji terakhir (sekedar sebagai salam perpisahan yang menyedihkan). Jadi setelah itu, mau hidup dari uang siapa? Doh.

Kalau Anda kebetulan sekarang bekerja pada tipe pertama dan tipe kedua, Anda beruntung sekali. Dengan uang pesangon yang gede itu, Anda bisa punya modal yang cukup signifikan untuk membuka usaha sendiri.

Namun kalau Anda ternyata bekerja pada perusahaan yang masuk kategori Tipe Ketiga dan Keempat, ya nasib deh. Solusinya yang simpel mungkin ini : cobalah pindah kerja ke perusahaan yang bertipe pertama dan kedua.

Tapi kalau ndak ada pilihan untuk pindah, maka segeralah mulai sekarang merintis untuk memulai usaha sampingan. Harus mulai dari sekarang, jangan menunggu ketika umur Anda sudah memasuki usia 50 tahun (sudah sangat terlambat). Kalau asumsi usia Anda sekarang adalah 30 tahun, maka Anda masih punya waktu 25 tahun untuk berjuang agar usaha sampingan Anda itu berhasil.

Nah…..

Bagaimana ini ? Apa Ada solusi ? Jika saya masuk di Tipe ke tiga atau ke empat ? Apa Anda masih terlena dengan Aktivitas saat ini sehingga lalai menyiapkan masa Pensiun ?

Jika hati Anda resah berarti Kegelisahan tersebut sesuatu yang bagus untuk Anda gerakan menjadi energi untuk mempersiapkan Masa pensiun nanti. energi kegelisahan ini bisa Anda gunakan sekarang dengan menyiapkan bisnis misalnya. Anda bisa belajar skill bisnis online jika Anda ingin sebuah bisnis yang digerakan dari semua perangkat gadget dengan teknologi berbasis data internet. Anda bisa membuka Toko Online Busana Muslim, Toko Online Sepatu, Toko Online Kuliner, Toko Online apapun sesuai minat Anda.

Anda dari sekarang pun bisa mulai belajar bagaimana cara kerja sebuah bisnis berbasis online, salah satu prinsip belajar bisnis berbasis online andalah memiliki Mentor dan Lembaga yang konsen mengajarkan skill bisnis online tersebut. Anda bisa Search di google untuk hal tersebut.

Atau Anda klik http://www.kursusbisnisonline.id  sebuah wadah belajar skill bisnis online Selama 2 Tahun dengan biaya super terjangkau , belajar setiap hari di group whatsapp dan mendapatkan aneka fasilitas yang berlimpah seperti Gratis Website Toko Online, Gratis Logo Usaha, Gratis Video promosi, data base calon konsumen, belajar selama 2 tahun tiap hari kerja jam 8 malam di group whats app, dengan garansi mengulang gratis. Disamping itu pola belajarnya menggunakan Alat Bantu dan Alat ukur. Anda bisa klikhttp://www.kursusbisnisonline.id untuk melihat informasinya lebih detail.

Nah… Sahabat Kang Lintang, itu salah satu cara mempersiapkan masa pensiun yang Indah, dengan belajar skill bisnis online, dengan harapan skill tersebut bisa membuat Bisnis Anda yang berbasis online tersebut, menjadi Berhasil dengan bertumbuh dan berkembang serta menghasilkan.

Jika tiba waktunya pensiun, Anda akan memasuki Masa yang dimana Fokus Beribadah tanpa harus pusing memikirkan urusan finansial karena ada bisnis yang menopangnya.

Pensiun Fokus Ibadah, Masa setelah pensiun menjadi Indah…… insya Allah

Semoga bermanfaaat ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *